Langsung ke konten utama

Review : Aruna dan Lidahnya (2018)

"Hati-hati jangan terlalu antipati, nanti simpati, terus jatuh hati" - Bono

Hai Pembaca, apa kabarnya nih? Kayaknya udah lama ya saya tidak menyentuh blog ini. Terakhir saya ngereview Pengabdi Setan nya Joko Anwar dan kali ini saya balik lagi dengan review dari film terbarunya Edwin, “Aruna dan Lidahnya”. Iya, mungkin judul film ini udah terdengar beberapa bulan yang lalu dan kalau nggak salah malah udah terdengar di awal tahun. “Aruna dan Lidahnya” adalah film kolaborasi kedua Edwin setelah “Posesif” yang meraih banyak penghargaan di Festival Film Indonesia. “Aruna dan Lidahnya” merupakan adaptasi lepas dari novel berjudul sama yang ditulis Laksmi Pamuntjak di tahun 2014. 

Kita mulai review kita kali ini dengan sinopsis film “Aruna dan Lidahnya”, yuk! Ceritanya sebenernya simple banget, sih. Aruna punya teman seorang chef bernama Bono yang punya impian kulineran bareng dengan Aruna, sekalian dia mencari resep baru untuk restoran miliknya. Akhirnya kesempatannya datang dan pas banget dengan dinasnya Aruna. Oh iya, Aruna kerja disebuah firm yang mengurus wabah dan dia disuruh menginvestigasi wabah flu burung yang sedang merebak di beberapa kota. Nah, setelah Bono dan Aruna pergi, teman mereka Nadezhda. Selain itu, ada Farish yang kebetulan hadir lagi setelah berpisah firm dengan Aruna. Bono sih kenal Farish sebelumnya, Nad sih belum. 

Lanjut apa yang membuat saya suka dengan film ini ya! “Aruna dan Lidahnya” tak ubahnya film road trip yang lekat dengan keseharian kita sebagai kaum first jobber / yang sudah bekerja sedang liburan bareng teman, kulineran, dan nggak lupa untuk kerja. “Aruna dan Lidahnya” juga full dialog sih. Jadi, buat saya yang terkadang suka ketiduran di tengah film, memperhatikan setiap dialog dengan detil. Saya juga mau memberikan applause untuk Mba Titien Wattimena sebagai penulis skrip, sih. Skripnya sangat oke, brillian, dan diselipi beberapa kata romantis. Edwin sebagai sutradara juga perlu diacungi jempol karena dapat menvisualisasikan skrip dengan baik. Terus ya, buat kalian yang pernah nonton Before Trilogy, akan ngerasain vibenya di film ini. 

Beralih ke akting, Dian Sastrowardoyo kece banget sih sebagai Aruna. Kesan dia sebagai Cinta lepas banget di film ini. Dian Sastrowardoyo menjadi dirinya sendiri yang sering kita lihat di halaman Instagram pribadinya atau media-media lain. Terus, Nicholas Saputra yang sudah identic sebagai Rangga di “Ada Apa Dengan Cinta?” juga oke banget di film ini. Nicho terlihat mendalami banget perannya sebagai seorang chef. Dia terlihat lihai dalam memasak setiap masakan. Nicho dan Dian juga nggak terlihat seperti Cinta dan. Rangga di film ini, lho. Mereka benar-benar terlihat sebagai Aruna & Bono, dua sahabat yang suka curhat dan ngabisin waktu bareng. Hannah Al Rashid sebagai Nadezhda juga oke lho di film ini. Hannah membuktikan kalau dia nggak cuma bisa main film action, thriller, tapi juga drama. Love you, Hannah. Sayang, saya gak terlalu suka dengan akting Oka Antara di film ini. Oka terlihat datar dan biasa aja. Untuk chemistry dia dan Dian juga nggak terbangun dengan baik. 

Overall dari “Aruna dan Lidahnya”, saya sih menemukan film manis yang tidak hanya bisa dirasakan pas nonton tapi juga setelahnya. Selain itu, film ini juga akan bikin kamu laper dan ingin mencoba beberapa makanan yang diperlihatkan di film ini. Saya pun penasaran dengan Lorjuk. Terlihat menarik dan enak. Eh, udahan dulu ya review film kali ini. See ya! 

Cast  : Dian Sastrowardoyo, Hannah Al Rashid, Oka Antara, Nicholas Saputra
Director : Edwin 
Writer :  Titien Wattimena
Production Companies : Palari Films, CJ Entertainment

Rating : 
4/5

Movie Still :














  












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...

Review : Katy Perry : Part Of Me (2012)

My goal when I’m playing shows, is just to make people smile – Katy Perry . Kathery Elisabeth Hudson atau yang lebih kita kenal dengan Katy Perry, akhirnya merilis film dokumenternya yang berjudul “Katy Perry : Part Of Me”. Part Of Me?, yang tidak fans dengan Katy hanya mengira kalau Part Of Me hanyalah judul dari satu single milik si cantik ini. Kita tidak hanya akan diajak untuk berkenalan kepribadiannya, tapi kita akan dibawa bagaimana keluarganya. Katy merupakan anak dari seorang pendeta dan selama masa kecilnya, ia hanya tumbuh dalam segala sesuatu yang berbau kristiani. Katy dimasa mudanya juga pernah menjadi artis rohani, namun kariernya tidak berjalan dengan baik. Katy sebelum dikenal dengan nama Katy Perry, ia sempat menggunakan nama Katy Hudson dan pernah mengeluarkan beberapa single bahkan sebuah album. Di dalam film ini kalian juga akan dibawa kedalam belakang layar dari The California Dreams Tour. The California Dreams Tour adalah tour pertama yang dilaku...