Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label art

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013)

“Emangnya gue harus bilang apa? Lo suka sama gue, gitu?” – Andhika. Cinta bisa dirasakan oleh siapa saja. Bagaimana kamu, normal atau memiliki keterbatasan fisik. Mungkin itu yang ingin disampaikan oleh seorang Mouly Surya, dalam film terbaru-nya “What They Don’t Talk When They Talk About Love”. Film ini akhirnya tayang di Indonesia, setelah sebelumnya film ini masuk di Sundance Film Festival dan Rotterdam Film Festival. Diceritakan tentang seorang remaja wanita bernama Diana ( Karina Salim ), yang bersekolah di sebuah sekolah luar biasa. Ia lahir dari keluarga yang berkecukupan dan memiliki keterbatasan, dalam penglihatan. Diana mengidap low vision , dimana ia hanya dapat melihat dengan jarak dekat. Di sekolah, Diana memiliki seorang sahabat bernama Fitri ( Ayushita) . Berbeda dengan Diana, Fitri mengalami kebutaan secara total. Dan sejak kecil, Fitri percaya bahwa ada seorang sosok dokter yang bisa ia ajak curhat / menyampaikan keluh - kesahnya.