Langsung ke konten utama

Review : Surat Dari Praha (2016)

"Jangankan ngikhlasin apa yang terjadi, memaafkan diri sendiri saja anda nggak bisa.." - Larasati

Masa lalu belum tentu buruk. Terkadang dari masa lalu kita banyak belajar tentang hidup dan menghargai masa depan. Perkenalkan, Larasati (Julie Estelle), wanita muda yang berada di tengah perceraian dan menginginkan rumah yang ditinggali ibunya saat ini, Sulastri (Widyawati). Keinginan tersebut diungkapkan Larasati ditengah ibunya sedang terawat dan terkapar di sebuah rumah sakit. Tak berapa lama setelah Larasati mengutarakan keinginannya, Sulastri meninggal dunia. Keinginan Larasati ternyata tidak dapat terwujud dengan cepat. Larasati harus menghantarkan sebuah kotak kepada seseorang yang namanya ditulis oleh sang ibu di secarik kertas. Ternyata, orang yang dimaksud sang ibu adalah tunangannya dari masa lalu yang kini tinggal di Praha, Jaya (Tyo Pakusadewo). Akankah Larasati berhasil menghantarkan keinginan sang bunda dan mendapat yang ia inginkan? Cari tahu jawabannya dengan menonton film ini di bioskop kesayangan kamu.

Surat Dari Praha merupakan film terbaru dari sutradara Filosofi, Angga Dwimas Sasongko. Film ini terinspirasi berdasarkan kejadian nyata dan lagu-lagu romantis milik Glenn Fredly. Kisah romansa berbau politik di masa lalu ini dibintangi oleh aktor - aktris yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita : Julie Estelle, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Tyo Pakusadewo dan Widayawati. Semua aktor yang terlibat di dalam ini berakting dengan baik dan sesuai dengan porsi mereka masing-masing. Selain aktor dan aktris yang sudah disebutkan, film ini juga kehadiran para ex mahid dan ibu kandung Ryan Hidayat, Eva Jaryfova.

Julie Estelle dan Tyo Pakusadewo tidak hanya diuji secara akting saja di film ini. Mereka ditantang untuk menyanyikan dua buah lagu milik Glenn Fredly, Nyali Terakhir dan Sabda Rindu. Menurut saya, mereka menyanyikan kedua lagu tersebut dengan baik. Suara mereka pun tidak kalah dengan penyanyi professional. Salut untuk mereka berdua! M. Irfan Ramli sebagai penulis skenario juga mampu menceritakan setiap momen & peristiwa di dalam film ini dengan baik. Untuk Angga Dwimas Sasongko? Sepertinya saya tidak perlu mengomentari setiap karyanya. Angga tau apa yang ia inginkan untuk setiap karyanya. Setelah Filosofi Kopi, saya semakin jatuh cinta akan karya dan sosoknya sebagai seorang sutradara. Tidak sabar melihat karya terbarunya nanti. Makin penasaran dengan film ini setelah membaca review dari saya? Yuk, langsung datang ke bioskop terdekat di kotamu!

Cast : Julie Estelle, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Tyo Pakusadewo, Widyawati
Director : Angga Dwimas Sasongko
Writer : M. Irfan Ramli
Production Companies : Visinema Pictures, Tinggikan Production, 13 Entertainment

Rating :
4/5

Movie Still :











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...