Langsung ke konten utama

Review : Lawless (2012)



I'm a Bondurant. We don't lay down for nobody. – Forrest Bondurant. Nilai persaudaraan terlihat baik, apabila masing – masing dapat saling membantu. Itupun yang terjadi dengan Bondurant bersaudara; Forrrest Bondurant (Tom Hardy), Howard Bondurant (Jason Clarke), Jack Bondurant (Shia LaBeouf). The Bondurant berasal dari Franklin county, Virginia. Mereka terlibat dalam bisnis pengiriman alkohol, yang sudah berlangsung secara turun – temurun. Franklin county terkenal dengan sebutannya sebagai “The Wettest County”, karena terkenal sebagai daerah penghasil alkohol.  Dalam menjalankan bisnisnya, The Bodurant mengalami berbagai rintangan/halangan yang tidak mudah. Otoritas dari Charlie Rakes (Guy Pearce) dan mob yang begitu keji, dari pimpinan Floyd Banner (Gary Oldman) pun harus bisa mereka lewati.

Ceritanya begitu simple dan alurnya pun berjalan maju, sehingga film ini pun dengan mudah untuk diikuti. Suasana tahun 30an pun begitu terasa,  dengan penggunaan kendaraan yang memang ada pada tahun tersebut. Bisa dibilang Lawless adalah film yang bertabur bintang. Tidak hanya para aktor pria, aktris wanita kenamaan seperti Jessica Chastain (Take Shelter, Tree Of Life) dan Mia Wasikoswska (Alice In Wonderland, Restless)  pun hadir mengisi peran di film ini. Jessica Chastain yang terlihat sempurna sebagai istri Brad Pitt dalam Tree Of Life, di film ini muncul sebagai hanya “pemanis” diantara  para pria Bondurant. Kenapa dibilang sebagai pemanis? Karena kehdirannya bisa dihitung dan perannya juga tidak terlalu begitu meyakinkan / standar. Tapi yang akan membelalakkan mata pria, ketika ia tidak memakai sehelai benang pun dan berhubungan intim dengan Tom Hardy.

Mia Wasikowska, Alice dalam Alice in Wonderland memerankan karakter Bertha Minnix anak dari seorang preacher yang begitu mendalami agama dan terlihat dekat dengan salah satu Bondurant bersaudara. Aktingnya juga tidak terlalu memukau dalam film ini, hampir sama dengan apa yang dilakukan Chastain untuk film ini. Pujian dari saya mungkin jatuh kepada Shia LaBeouf dan Tom Hardy, mereka berakting dengan baik dan chemistry diantara mereka sebagai saudara menurut saya terbangun dengan baik. Oldman juga terlihat memukau sebagai Floyd Banner, ia bisa menyatu dengan karakter Banner dan ia terlihat begitu beringas dalam membasmi orang yang tidak disenanginya. Lupakan Guy Pearce, kehadirannya dalam film ini biasa saja malah dapat dikatakan flat.

Dinominasikan dalam Palme d’Or di Cannes Film Festival untuk Lawless, John Hillcoat memang harus diapresiasi. Sebagai sutradara ia mampu membawa suasana setiap scene dengan begitu baik, baik itu romansa maupun adegan penembakan. Dari awal film ini mulai, hingga selesai scene yang paling epik memang terletak di ending battle antara Bondurant dengan Rakes. Jadi Lawless adalah sebuah film yang tidak hanya berpakem dengan aksi, tetapi ada juga drama yang memiliki pesan untuk viewersnya.

Cast :  Tom Hardy, Shia LaBeouf, Jessica Chastain, Mia Wasikowska
Director : John Hillcoat
Writter : Nick Cave (Screenplay) | Matt Bondurant (Novel)
Production Companies : Benaroya Pictures, FilmNation Entertainment, Annapurna Pictures,
                    Blum Hanson Allen Films, Pie Films Inc, Red Wagon Productions, Yucaipa Films.

Rating :
3/5

Movie Still :

























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...