Langsung ke konten utama

Review : Step Up : Revolution (2012)




Enough with performance art... It's time for protest art.- Emily. Menari itu bukan hanya sekedar bergerak, tapi menari mengeluarkan kata – kata yang dapat dinikmati secara visual. Dan visualisasi itulah yang kita bisa nikmati dalam film – film seperti Step Up. Step Up kembali lagi dengan seri ke – 4, yaitu Step Up : Revolution.  Namun di beberapa tempat film yang disutradarai Scott Speer ini, menggunakan  Step Up 4 : Miami Heat sebagai judul filmnya. Scott Speer mungkin menjadi nama yang asing, karena sebelumnya ia belum pernah terlibat dalam salah satu film di Step Up Franchise. Scott mungkin lebih dikenal sebagai sutradara untuk beberapa cerita di The LXD : The Legion Of Extraordinary Dancers dan The LXD 2 : Secrets of the Ra.

Scene dibuka dengan kota Miami, yang berubah menjadi tempat pertunjukkan flashmob sebuah kru tarian. Kru tarian itu bernama “The MOB”, aksi mereka ternyata tidak berjalan hanya sekali, jadi berkelanjutan. Sebenarnya flashmob yang mereka lakukan adalah untuk memenangkan sebuah kontes, yang mana setiap aksi mereka di upload kedalam sebuah situs yang menghadiahkan uang jutaan dollar. Kisah film ini tidak berlanjut sampai situ, Sean (Ryan Guzman) salah satu ketua dari grup tarian ini bertemu dengan seorang wanita bernama Emily (Kathryn McCormick) yang membuat dia terkagum dan jatuh cinta. Kekaguman Sean tidak hanya akan kecantikan Emily, tapi bagaimana Emily menari dan menggerakan tubuhnya. Setelah beberapa lama, Sean baru mengetahui jika Emily adalah anak dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Ayah Emily berencana untuk membongkar sejumlah bangunan di pinggir perairan, untuk dijadikan bangunan baru, yang mana salah satunya tempat tinggal dari Sean. Sean sama teman – temannya ingin memprotes, namun bukan dengan berdemo tapi menggunakan flashmob.

Step Up : Revolution memiliki kualitas cerita yang tidak jauh berbeda dengan film sebelumnya, saya rasa biasa saja dan tidak ada yang menarik dari segi cerita. Untuk akting dari Kathryn McCormick dan Ryan Guzman pun terlihat biasa saja, merekapun seperti tidak terlihat chemistry sebagai sepasang kekasih di film ini. Scott Speer sepertinya sudah mengetahui seluk beluk menyutradarai film bergenre seperti ini, dari awal sampai akhir dapat dinilai bahwa Scott menyutradarai film ini dengan baik. Di film ini koreografi tariannya sangat ciamik, sampai saya terkagum akan setiap koreorgrafi di tiap scene yang ada.  Untuk 3Dnya saya rasa bagus, karena saya baru menyaksikan film yang shot dengan kamera 3D dan hasilnya oke baru dengan film ini.  Jadi tidak ada ruginya jika anda menyaksikan film ini di format 3D.

Step Up franchise, tidak bisa dijauhkan dari soundtracknya yang sangat eargasm dan pumping. Untuk di film ini saja, soundtracknya diisi oleh nama – nama besar; sebut saja : Jennifer Lopez, Timbaland, Far East Movement dan masih banyak lagi.  Jadi secara kesimpulan Step Up : Revolution adalah film yang menghibur secara audio dan visual, selain itu juga akan membuat anda tidak stop untuk menggerakan kaki anda.

Cast : Kathryn McCormick, Ryan Guzman,  Cleopatra  Coleman
Director : Scott Speer

Rating :
3.5/5

Movie Still :













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Surat Dari Praha (2016)

" Jangankan ngikhlasin apa yang terjadi, memaafkan diri sendiri saja anda nggak bisa.. " - Larasati

Review : Hereafter (2010)

If you are afraid about being on your own, don't be. You are not. - George Lonegan . Berkomunikasi dengan kematian / orang yang telah mati merupakan sesuatu yang mungkin hanya dimiliki oleh sebagian orang yang memang memiliki talenta seperti itu. Tapi apakah mereka merasa nyaman atau merasa terganggu dengan sesuatu yang dimilikinya tersebut? Mungkin anda bisa menanyakan hal tersebut kepada George Lonegan yang mulai terganggu dengan hal tersebut. Hereafter adalah sebuah film bergenre drama fantasy yang dibintangi oleh Matt Damon , Cecile De France dan Byrce Dallas Howard . Untuk yang menyutradarai mungkin sudah begitu dikenal sekali, karena sang sutradara sudah senior dalam industri perfilman Hollywood yaitu Clint Eastwood . Dan yang menjadi executive producernya adalah James Cameron , jadi anda bisa bayangkan apa yang terjadi dalam film ini kalau dua sutradara senior bekerjasama dalam suatu proyek film. Film ini menceritakan dari 3 sisi yang berbeda. Dari sisi pertama akan mencer...

Review : Don't Be Afraid Of The Dark (2011)

Just because you keep denying it, does not mean it's not happening!- Kim . Rumah tua kadang identik dengan sesuatu yang menyeramkan, apalagi jika rumah tersebut sudah lama tidak dihuni. Banyak orang langsung beranggapan jika rumah itu sudah dihuni oleh mahluk astral yang bisa atau bahkan tidak bisa dilihat oleh mata. Tapi apa jadinya kalau memang dari sejak awal rumah itu berdiri sudah ada sosok yang menyeramkan, yang buat orang - orang begitu takut melihatnya. Di Blackwood Manor seorang pelukis bernama Lord Blackwood ( Garry Mcdonald ) membunuh penjaga rumahnya ( Edwina Ritchard ), untuk diambil sejumlah giginya. Sudah banyak gigi yang ia ambil yang mana sebenernya bukan untuk dirinya, tapi untuk diberikan kepada sosok - sosok misterius di bawah tanah yang telah menculik anaknya. Setelah diberikan, ternyata sosok misterius itu tidak menginginkannya, nyawa dari Mr. Blackwoodpun yang mereka inginkan. Dimasa sekarang, hadir seorang anak perempuan bernama Sally Hurst ( Bailee Mad...