Langsung ke konten utama

Review : The Avengers (2012)



Guys, I'm bringing the party to you. -Tony Stark. Mungkin tidak akan ada di pikiran sebelumnya, kalau para jagoan dari komik buatan marvel yang bersatu dalam The Avengers akan dibuat menjadi sebuah film. Para Marvel Fan, sebelum The Avengers hadir sudah melihat Iron Man, Thor, Captain America dan Hulk dalam film yang menggambarkan mereka masing – masing. Tapi nyatanya ketika mereka digabung menjadi satu dalam film yang sama, menjadi film yang sangat menghibur dan massive. Film ini disutradarai oleh Joss Whedon yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis untuk beberapa TV Series dan baru – baru ini ia menjadi writer untuk The Cabin In The Woods yang juga dibintangi oleh si “Thor”, Chris Hemsworth.

Sudah pasti anda sudah bisa menebak beberapa cast yang ada di film ini, karena The Avengers adalah film yang sudah ditunggu – tunggu sejak film ini memulai proses syutingnya. Selain Chris Hemsworth, ada Robert Downey Jr., Chris Evans tapi untuk Hulk bukan diperankan oleh Edward Norton atau Eric Bana tapi dibintangi oleh Mark Ruffalo yang berhasil berakting dalam The Kids Are All Right bersama Julianne Moore. Dan kehadiran si sexy Scarlett Johansson yang berperan sebagai Black Widow pun sudah pastinya membuat para pria menunggu dalam setiap scene dari film The Avengers ini.

Cerita bermula dengan kehadiran Loki (Tom Hiddleston) dalam sebuah lab yang akhirnya ia memiliki Tesseract, kemudian ia juga berhasil mengubah kedudukan Barton (Jeremy Renner) dan Dr.Selvig (Stellan Skarsgard). Tadinya Selvig dan Barton sangat baik terhadap crew / agent dari The Avengers, namun kini mereka berubah jahat dan tunduk terhadap perintah yang diberikan oleh Loki. Untuk itu Nick Fury memanggil beberapa superhero yang selama ini ia kenal, untuk bersama bahu membahu melawan Loki dan mengambil kembali Tesseract dari tangannya.

Untuk dari segi cerita sebenarnya biasa aja, keberhasilan dari film ini adalah adegan explosive dimana – mana. Selain itu juga adanya jokes – jokes yang diselipkan dalam film ini dan saya rasa elemen ini sangat berhasil membantu kesukesan film ini. Bukti dari kesuksesan film ini adalah menjadi nomor 1 di Box Office Amerika selama beberapa minggu. Namun yang saya rasakan ketika scene battle dari film ini, seperti menyaksikan kembali adegan aksi pamungkas Transformers : Dark Of The Moon. Secara keseluruhan boleh dikatakan film ini lumayan menghibur. Sayangnya saya hanya menyaksikan film ini dalam format 2D Digital saja, menurut beberapa orang yang dalam menyaksikan dalam format IMAX menyatakan film ini lebih gila lagi jika disaksikan dalam format tersebut. Oh iya sekedar info, berbarengan film ini tayang secara wide, salah satu rumah produksi film porn mengeluarkan atau memproduksi porn parody dari film ini. Bagi yang belum menonton, tidak salahnya untuk anda menyaksikan film ini di bioskop, karena ketika menyaksikan film ini di home video feelnya menurut saya akan terasa berbeda.  

Cast : Robert Downey Jr., Chris Evans, Chris Hemsworth,  Mark Ruffalo
Director : Joss Whedon

Rating :
3/5

Movie Still :

























Komentar

  1. Menurut w cerita-nya keren lho... Kecuali w udah jadi penulis naskah film, w nggak yakin bisa nyebut cerita di Avengers ini BIASA aja... :D


    Tapi mank cerita-nya nggak complex kaya INCEPTION, karena kan ini bukan film thriller... Hehe...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Surat Dari Praha (2016)

" Jangankan ngikhlasin apa yang terjadi, memaafkan diri sendiri saja anda nggak bisa.. " - Larasati

Review : Hereafter (2010)

If you are afraid about being on your own, don't be. You are not. - George Lonegan . Berkomunikasi dengan kematian / orang yang telah mati merupakan sesuatu yang mungkin hanya dimiliki oleh sebagian orang yang memang memiliki talenta seperti itu. Tapi apakah mereka merasa nyaman atau merasa terganggu dengan sesuatu yang dimilikinya tersebut? Mungkin anda bisa menanyakan hal tersebut kepada George Lonegan yang mulai terganggu dengan hal tersebut. Hereafter adalah sebuah film bergenre drama fantasy yang dibintangi oleh Matt Damon , Cecile De France dan Byrce Dallas Howard . Untuk yang menyutradarai mungkin sudah begitu dikenal sekali, karena sang sutradara sudah senior dalam industri perfilman Hollywood yaitu Clint Eastwood . Dan yang menjadi executive producernya adalah James Cameron , jadi anda bisa bayangkan apa yang terjadi dalam film ini kalau dua sutradara senior bekerjasama dalam suatu proyek film. Film ini menceritakan dari 3 sisi yang berbeda. Dari sisi pertama akan mencer...

Review : Don't Be Afraid Of The Dark (2011)

Just because you keep denying it, does not mean it's not happening!- Kim . Rumah tua kadang identik dengan sesuatu yang menyeramkan, apalagi jika rumah tersebut sudah lama tidak dihuni. Banyak orang langsung beranggapan jika rumah itu sudah dihuni oleh mahluk astral yang bisa atau bahkan tidak bisa dilihat oleh mata. Tapi apa jadinya kalau memang dari sejak awal rumah itu berdiri sudah ada sosok yang menyeramkan, yang buat orang - orang begitu takut melihatnya. Di Blackwood Manor seorang pelukis bernama Lord Blackwood ( Garry Mcdonald ) membunuh penjaga rumahnya ( Edwina Ritchard ), untuk diambil sejumlah giginya. Sudah banyak gigi yang ia ambil yang mana sebenernya bukan untuk dirinya, tapi untuk diberikan kepada sosok - sosok misterius di bawah tanah yang telah menculik anaknya. Setelah diberikan, ternyata sosok misterius itu tidak menginginkannya, nyawa dari Mr. Blackwoodpun yang mereka inginkan. Dimasa sekarang, hadir seorang anak perempuan bernama Sally Hurst ( Bailee Mad...