Langsung ke konten utama

Review : Arisan! 2 (2011)


Teman datang dan pergi, tapi teman - teman sejati selalu di hati - Mei Mei. 8 tahun telah berlalu kini Mei Mei (Cut Mini), Sakti (Tora Sudiro), Nino (Surya Saputra), Andien (Aida Nurmala) dan Lita (Rachel Maryam) memiliki kehidupan yang benar - benar baru. MeiMei sedang sakit dan ia melakukan pemulihan penyakitnya di Gili ditemani Talu anak dari Lita. Sakti sekarang sudah tidak berhubungan dengan Nino dan kini ia menjadi seorang arsitek terkenal. Nino memang sudah tidak berhubungan dengan Sakti, tapi ia kini memiliki hubungan khusus dengan seorang anak muda bernama Okta (Rio Dewanto). Andien kini tinggal sendiri, suaminya telah meninggal dunia. Kalau Lita, jadi politikus yang berjuang untuk membela kaum 'khusus'.

Sudah lama sekali yah kita tidak melihat kisah persahabatan mereka. Di tahun 2003 teh Nia Dinata memulai kisahnya dalam film layar lebar, yang kemudian beberapa tahun kemudian hadirlah Arisan series. Arisan 2! masih dibintangi oleh  Cut Mini, Rachel Maryam, Aida Nurmala, Surya Saputra dan Tora Sudiro. Tidak hanya mereka di sekuelnya ini hadir beberapa nama lainnya, ada Adinia Wirasti, Sarah Sechan, Atiqah Hasiholan, Pong Harjatmo, Edward Gunawan dan Rio Dewanto.

Menonton film ini mungkin akan membawa kita kedalam masa kangen - kangennya lihat mereka di film pertamanya. Karakter mereka mulai dicoba untuk ditampilkan lebih dalam. Kisahnya sendiri menurut saya jauh lebih menarik yang sekuel ini dibandingkan kisah yang dihadirkan di film pertamanya.Untuk akting sendiri saya agak sulit menilainya karena beberapa cast yang sudah main di film pertamanya, terlihat sangat sudah klop dengan karakternya masing - masing. Yang perlu diacungi jempol mungkin aktingnya Rio Dewanto. Rio yang biasanya terlihat macho dan cool di beberapa ftv / filmnya, karakternya disini sangat berubah dengan drastis. Disini ia berperan sebagai Okta kekasih barunya Nino. Taulah sendiri akan seperti apa seharusnya jika menjadi pacarnya seorang Nino, pokoknya dia terlihat total dalam film ini. Pemilihan setnya sendiri menurut saya sangat indah. Jadi mendukung banget udah ceritanya asik, aktingnya bolehlah dan settingnya indah. Untuk penyutradraan sendiri tidak usah diragukan lagi kali yah, udah tau sendiri bagaimana seorang teh Nia Dinata dalam menyutradrai sebuah film. Teh Nia membawa film ini mengalir dengan begitu santai dari awal hingga akhir, sayapun yang menontonnya menjadi tidak merasa terganggu.

Kalau bahas filmnya teh Nia, jangan lupa untuk membahas soundtracknya. Soundtracknya sendiri, menurut saya sangat catchy dan enak didengar selain itu pun terasa menyatu dengan setiap scene yang ada di film ini. Beberapa band / indie yang mengisi soundtrack di film ini, sebut saja : Sore, Santa Monica, Tantrum, D'Jenks dan beberapa musisi lainnya. Rio Dewanto pun mengisi soundtrack untuk film ini juga loh. Mungkin perdana bisa dengerin Rio nyanyi, karena sebelumnya mungkin tidak pernah terpublish. Rio sendiri membawakan lagu berjudul Cinta Terlarang, yang juga menjadi soundtrack untuk film Arisan yang pertama. Lagu ini dulu dibawakan oleh Ren Tobing, kini musiknya diubah oleh Aghi Narottama.

Cast : Cut Mini, Aida Nurmala, Rachel Maryam, Tora Sudiro, Surya Saputra, Rio Dewanto
Director : Nia Dinata

Rating :
3.5/5


Movie Still :
























Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...