Langsung ke konten utama

Review : Sang Penari (2011)


Sus, ronggeng ini duniaku, wujud darma bakti ku untuk Dukuh Paruk - Srintil. Novel karya Ahmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk diadaptasi menjadi sebuah film berjudul Sang Penari. Skenario filmnya sendiri dari film ini ditangani oleh beberapa orang yang memang telah handal di bidangnya, salah satunya adalah Salman Aristo. Selain mas Salman, turut ambil bagian Ifa Isfansyah yang juga sebagai sutradara dan Shanty Harmyn. Yang bermain di film ini pun sudah tidak perlu diragukan kembali, beberapa bintang senior juga turut ambil bagian dalam film ini. Sebut saja Slamet Rahardjo, Dewi Irawan dan Tio Pakusadewo. Yang muda pun juga lumayan dikenal dalam beberapa peran di film - film mereka sebelumnya seperti Lukman Sardi, Oka Antara, Prisia Nasution dan Happy Salma.

Menceritakan tentang kehidupan Desa Dukuh Paruk yang memiliki seorang penari ronggeng nan cantik dan begitu terkenal pada eranya. Namun penari ronggeng itu,  meninggal karena ia keracunan setelah menikmati tempe bongkrek buatan orang tua Srintil (Prisia Nasution). Tidak hanya si penari Ronggeng tapi hampir beberapa warga yang memakan tempe bongkrek pun meninggal. Di tahun 1960an Srintil sudah cukup dewasa dan ia ingin sekali menjadi penari ronggeng untuk Dukuh Paruk. Srintil yakin ia bisa menari. Di awal percobaan ia mengalami kegagalan. Rasus (Oka Antara), temannya sejak kecil kemudian memberikan keris mini kepada Srintil. Keris mini tersebut sebagai tanda bahwa seseorang dapat menjadi penari ronggeng untuk desa Dukuh Paruk. Beberapa orang mempercayai kalau Srintil memang dipilih jadi ronggeng. Srintil menjalani kehidupan barunya sebagai seorang penari ronggeng, ia menari kesana kemari. Rasus yang mencintai Srintil menginginkan Srintil untuk menghentikan profesinya tersebut. Namun Srintil tidak mengetahui, kalau tugas seorang penari ronggeng tidak hanya menari namun menjadi milik semua "warga" Dukuh Paruk.Namun akankah Srintil mendengarkan nasihat Rasus atau tetap menjadi seorang penari ronggeng?

Suka banget dengan kisah cinta Rasus dan Srintil ini. Sayangnya saya belum membaca novelnya, jadi belum membandingkan / mengatakan apakah cerita yang di film sudah sama / berkurang dari novelnya sendiri. Baru liat Happy Salma menari  ronggeng dan bisa dibilang cara ia menari tuh bagus, sama seperti apa yang dilakukan oleh Prisia Nasution. Pia Nasution begitu berubah penampilannya, tidak seperti di beberapa FTV yang pernah ia bintangi. Ia begitu mendalami karakternya dengan baik sebagai seorang penari ronggeng. Chemistry diantara Pia dan Oka Antara untuk sepasang sekasih dapet banget. Setting yang digunakan sebagai desa Dukuh Paruk, bisa dibilang bagus. Dapet banget suasana tahun 60annya. Tata musik dari film ini pun super duper asik didenger, berasa nyatu aja dengan cerita dan suasana dari setiap scene yang ada. Untuk musiknya sendiri ditangani oleh pasanagan suami istri, Titi dan Aksan Sjuman.

Mungkin buat beberapa orang yang sudah menyaksikan film ini, menanyakan maksud dari ending yang dihadirkan di film ini. Ada seorang teman saya beranggapan kalau endingnya sesuai dengan pemikirannya maka akan terlihat menurun, ia malah lebih berharap,jika Rasus menunjukan bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan Srintil. Tapi itu semua kembali ke aspirasi masing - masing. Intinya Sang Penari, film indonesia di tahun ini yang sangat worth it untuk disaksikan.

Cast : Prisia Nasution, Oka Antara, Lukman Sardi, Slamet Rahardjo
Director : Ifa Isfansyah

Rating :
3.5/5



Movie Still :




































Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Surat Dari Praha (2016)

" Jangankan ngikhlasin apa yang terjadi, memaafkan diri sendiri saja anda nggak bisa.. " - Larasati

Review : Hereafter (2010)

If you are afraid about being on your own, don't be. You are not. - George Lonegan . Berkomunikasi dengan kematian / orang yang telah mati merupakan sesuatu yang mungkin hanya dimiliki oleh sebagian orang yang memang memiliki talenta seperti itu. Tapi apakah mereka merasa nyaman atau merasa terganggu dengan sesuatu yang dimilikinya tersebut? Mungkin anda bisa menanyakan hal tersebut kepada George Lonegan yang mulai terganggu dengan hal tersebut. Hereafter adalah sebuah film bergenre drama fantasy yang dibintangi oleh Matt Damon , Cecile De France dan Byrce Dallas Howard . Untuk yang menyutradarai mungkin sudah begitu dikenal sekali, karena sang sutradara sudah senior dalam industri perfilman Hollywood yaitu Clint Eastwood . Dan yang menjadi executive producernya adalah James Cameron , jadi anda bisa bayangkan apa yang terjadi dalam film ini kalau dua sutradara senior bekerjasama dalam suatu proyek film. Film ini menceritakan dari 3 sisi yang berbeda. Dari sisi pertama akan mencer...

Review : Don't Be Afraid Of The Dark (2011)

Just because you keep denying it, does not mean it's not happening!- Kim . Rumah tua kadang identik dengan sesuatu yang menyeramkan, apalagi jika rumah tersebut sudah lama tidak dihuni. Banyak orang langsung beranggapan jika rumah itu sudah dihuni oleh mahluk astral yang bisa atau bahkan tidak bisa dilihat oleh mata. Tapi apa jadinya kalau memang dari sejak awal rumah itu berdiri sudah ada sosok yang menyeramkan, yang buat orang - orang begitu takut melihatnya. Di Blackwood Manor seorang pelukis bernama Lord Blackwood ( Garry Mcdonald ) membunuh penjaga rumahnya ( Edwina Ritchard ), untuk diambil sejumlah giginya. Sudah banyak gigi yang ia ambil yang mana sebenernya bukan untuk dirinya, tapi untuk diberikan kepada sosok - sosok misterius di bawah tanah yang telah menculik anaknya. Setelah diberikan, ternyata sosok misterius itu tidak menginginkannya, nyawa dari Mr. Blackwoodpun yang mereka inginkan. Dimasa sekarang, hadir seorang anak perempuan bernama Sally Hurst ( Bailee Mad...