Langsung ke konten utama

Review : The Adjustment Burreau (2011)


All I have are the choices I make, and I choose her, come what may. - David Norris. David Norris (Matt Damon), seorang anak muda yang berhasil mencalonkan dirinya untuk menjadi senator untuk daerah new york. Ia sempat ditebak - tebak akan memenangkan pemilihan tersebut, profil dirinya pun masuk kedalam majalah GQ. Namun ternyata semua itu harus dikubur dalam - dalam karena David mengalami kekalahan. Ketika ia ingin mengumumkan bagaimana perasaannya setelah kalah dalam pemilihan itu, David bertemu dengan seorang wanita bernama Elise yang ternyata seorang penari / balerina. Sejak pertemuan pertama itu, David langsung jatuh cinta terhadap Elise Sellas (Emily Blunt). Esok harinya saat David menggunakan bis kota untuk berangkat kerja ia kembali bertemu dengan Elise, disitu pula Elise memberikan nomor telfonnya. Namun ditengah perjalanan mereka akhirnya berpisah, saat menuju kantornya ada seuatu yang aneh terjadi. Keadaan kantornya berubah menjadi sepi dan semua orang terlihat diam saja. David yang melihat keadaan ini bingung, kemudian akhirnya ia bertemu dengan sekelompok orang yang memakai jas rapi dan topi fedora, orang - orang tersebut menamakan diri mereka Perencana Kehidupan. Disaat itu pula, perwakilan dari Perencana Kehidupan mengatakan bahwa David tidak boleh bertemu kembali dengan Elise atau bahkan berhubungan, karena sudah direncanakan bahwa jodoh David bukan Elise. Mereka pun mengancam, jika ia kembali bertemu, pikiran dari David akan diinstall ulang. Tapi apakah David Norris akan tetap mengikuti perintah tersebut / ia akan tetap mengejar Elise sampai kapanpun?

Kisah cinta berbalut sci-fi antara David dan Elise terdapat dalam film berjudul The Adjustment Bureau. Film ini dibintangi oleh Matt Damon, Emily Blunt, Florence Kastriner dan Jon Stewart. Untuk sutradaranya adalah George Nolfi. George Nolfi sebelumnya dikenal sebagai penulis cerita / screenplay untuk beberapa film yang dibintangi juga oleh Damon sebut saja, The Bourne Ultimatum dan Ocean's Twelve. Jadi terlihat bagaimana George telah mengetahui Damon dan begitupun sebaliknya.

Untuk dari segi cerita sebenernya tidak begitu biasa, karena jarang sekali film drama percintaan yang dibumbui aroma sci-fi. Untuk Damon di film ini saya lihat biasa saja, seperti saya melihat dia memainkan karakter Bourne yang dipenuhi dengan aksi kejar - kejaran. Mungkin perbedaan yang terlihat, ketika ia dipasangkan dengan Emily Blunt. Emily Blunt yang sebelumnya terlihat gagal dengan perannya di film Guliver's Travels bersama Jack Black, di film ini ia kembali menaikan rating kariernya dengan akting yang begitu menghayati. Diantara Blunt dan Damon terlihat adanya chemistry yang kuat. Alurnya sendiri dari film ini pada awalnya sangat lambat, namun pada akhirnya mencapai klimaks. Intinya film ini adalah film drama yang tidak biasa, yang pasti dapat juga dinikmati oleh pecinta film - film bergenre sci-fi.


Cast : Matt Damon, Emily Blunt, Florence Kastriner
Director : George Nolfi

Rating :
3.5/5

Movie Still :




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...