Langsung ke konten utama

Review : Power Rangers (2017)


"Are we more like Iron Man or Spider-Man?" - Billy Cranston

Tahun 2017 sepertinya tahun buat film-film nostalgia. Setelah sebelumnya tayang Beauty and The Beast, sekarang tayang Power Rangers. Yep, Power Rangers yang sebelumnya dikenal anak 90an sebagai serial televisi yang begitu mereka nanti setiap minggunya kini kembali lagi! Tapi dari castnya udah beda ya. Gak sama seperti yang pertama kali / originalnya. Oh iya, sebelumnya film Power Rangers sudah pernah dibuat dan tayang di tahun 1995. Masih inget banget dulu ada ranger putih dan pas penayangannya di Indonesia dijual botol minum dengan kepala dari masing-masing ranger.

Saban's Power Rangers punya cerita yang simple. Film ini menceritakan tentang 5 orang anak muda yang menemukan koin berwarna hitam, kuning, biru, pink dan merah di sebuah pertambangan dekat Angel Grove. Setelah penemuan koin tersebut, mereka mengalami perubahan drastis dalam hidup mereka. Selain perubahan, mereka juga harus menghadapi rintangan-rintangan yang mungkin gak bisa mereka hadapi kalau tidak memiliki kekuatan seperti saat ini. Mereka pun harus bertemu dengan Rita Repulsa dan makhluk ciptaannyEdita yang ingin merebut Zeo Crystal. Berhasilkah Power Rangers menghalang Rita? Saksikan Power Rangers di bioskop kesayangan kamu.

Gak mau komentar banyak soal Saban's Power Rangers kali ini karena dari segi cerita emang seperti itu, effectnya pun oke, dan actionnya juga pas dan gak ada lebaynya sama sekali. Memang di paruh awal terasa lama banget untuk sampai ke bagian aksinya but overall oke kok untuk ceritanya. Akting dari para rangers : Dacre Montgomery, Naomi Scott, RJ Cyler, Ludi Lin dan Becky G juga termasuk oke. Elizabeth Banks sebagai Rita Repulsa? Super amazing. Banks memang cocok memerankan karakter yang unik dan sedikit aneh macam Rita Repulsa ini. Overall, Saban's Power Rangers film yang menghibur dan sayang banget untuk kamu lewatkan. Coba deh nostalgia rame-rame bareng temen SD, SMP atau SMA kamu dulu.

Cast  : Dacre Montgomery, Naomi Scott, RJ Cyler, Ludi Lin, Becky G
Director : Dean Israelite
Writer :  John Gatins
Production Companies : Lionsgate, Saban Brands, Saban Entertainment, Temple Hill Entertainment, Walt Disney Pictures

Rating :
3/5

Movie Still :














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...