Langsung ke konten utama

Review : Resident Evil - The Final Chapter (2016)

"My name is Alice and this is my story." - Alice

Kayaknya udah lama gak nonton aksinya Mba Alicia Marcus a.k.a Alice dalam menumpas kawanan zombie. Pertama dan terakhir kalinya nonton Resident Evil itu pas film pertamanya rilis di tahun 2002. Itupun nontonnya di VCD bajakan, lho. Soalnya di tahun segitu bioskop 21 yang biasanya jadi tempat nonton gue & keluarga di Pamulang tutup.

Oke, balik lagi ke Resident Evil The Final Chapter. Resident Evil The Final Chapter adalah seri keenam dan penutup dari seri Resident Evil. Film yang disutradarai oleh Paul W.S Anderson ini menceritakan tentang Alice (Mila Jovovich) yang terbangun di reruntuhan White House setelah dikhianati sekali lagi oleh Wesker. Setelah itu, Alice bertemu dengan Red Queen dan ia meminta Alice untuk kembali ke The Hive, Racoon City dalam 48 jam. Nah, di The Hive, ada antivirus yang bisa membunuh semua organisme yang terinfeksi T-Virus. Berhasilkah Alice pergi ke The Hive dalam waktu 48 jam? Saksikan part terakhir dari cerita Alice di bioskop.

Actually, Resident Evil The Final Chapter is action packed movie. Asli film ini bikin gue deg-degan dari awal sampai akhir. Tapi karena musik scoringnya, gue jadi udah tau duluan bakalan ada zombie yang keluar di scene yang dimaksud. Akting Milla Jovovich gila sih di film ini. Dia keliatan strong, keren, dan Alice nya tuh dapet banget. Selain Mila Jovovich ada satu lagi aktris yang lumayan bikin gue kangen, Ali Larter. Yep, rasanya terakhir kali liat Ali Larter berakting di serial tv Heroes bersama Hayden Panettiere dan kawan-kawan. Akting Ali Larter di Resident Evil ini sebenernya tidak terlalu terlihat kuat seperti Mila ketika memerankan karakter Alice. But overall, akting Ali Larter tidak terlalu mengecewakan. Paul W.S Anderson juga berhasil membuat film penutup yang menarik. Sayangnya, visual effect yang terlihat kasar membuat penilaian gue jadi kecil.

Cast  : Milla Jovovich, Iain Glen, Ali Larter, Shawn Roberts
Director : Paul W.S Anderson
Writer : Paul W.S Anderson
Production Companies : Capcom Company, Constatin Film International, Davis Films, Impact Pictures, Screen Gems

Rating :
2.5/5

Movie Still :











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...