Langsung ke konten utama

Review : The Fault In Our Stars (2014)



You realize that trying to keep your distance from me will not lessen my affection for you. All efforts to save me from you will fail.” – Augustus Waters



Setiap dari kita pasti memiliki keinginan untuk hidup yang sempurna. Entah itu, tidak menderita penyakit tertentu, bisa pergi ke suatu tempat, disayangi, atau pun mendapat apa yang kita inginkan. Keinginan itu pula yang muncul dalam hati seorang gadis penderita kanker paru - paru, Hazel Grace Lancester (Shailene Woodley). Hazel menderita kanker sejak umurnya masih muda. Perjuangannya bersama sang ibu membawa Hazel ke kehidupannya sekarang. Hazel begitu bosan dengan rutinitas yang harus dijalaninya sebagai seorang penderita kanker; ke rumah sakit, kemoterapi, dan minum obat. Kebosanan itu akhirnya hilang setelah Hazel mengikuti kelompok pemberi support. Di kelompok ini pun Hazel bisa bertemu dengan orang - orang yang menderita penyakit yang hampir sama. Ia juga bertemu dengan seorang pria muda, yang sangat mengagumi kecantikan Hazel, Augustus Waters (Ansel Elgort). Setelah pertemuan pertamanya di kelompok support, kehidupan Hazel menjadi lebih berwarna dengan kehadiran Gus. Mereka pun akhirnya saling mengenal satu sama lain. Sayangnya perasaan suka cuma hanya di Gus, dan Hazel hanya menganggap Gus seorang teman. Tapi akankah kemudian semuanya itu berubah?


The Fault In Our Stars diadaptasi langsung dari novel dengan judul yang sama karya John Green. Tidak ada perbedaan antara buku dengan isi filmnya sendiri. Semuanya sama. John Green pun hadir langsung ke lokasi syuting untuk mengetahui setiap scene yang ada di dalam film ini. Saya pun setuju dengan pendapat orang banyak, yang bilang kalau film ini membuat orang yang menontonnya sedih, haru, dan menangis. Kisah persahabatan dan cinta yang begitu manis, harus berakhir dengan tragis, dengan hadirnya sebuah twist yang sangat membuat saya shock ketika mengetahuinya. Tapi bagaimanapun ini hanya sekedar cerita. Salut untuk Scott Neustadter dan Michael H. Weber yang mampu megadaptasi novel karya John Green dengan baik. Josh Boone sebagai seorang sutradara sepertinya tidak perlu diragukan kualitasnya. Sebelumnya, Josh sudah pernah menyutradarai film drama percintaan tentang penulis buku, Stuck In Love. Ciri khas nya dalam menyutradarai Stuck In Love pun bisa dirasakan dalam TFIOS.

Akting Ansel Elgort dan Shailene Woodley sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebelumnya Shailene sudah bermain di beberapa film seperti The Descendant, The Spectacular Now, dan terakhir Divergent. Di Divergent pun Shailene akhirnya bertemu dan berakting sebagai kakak dan adik. Sempat meragukan apakah image mereka sebagai kakak - adik bisa hilang, ternyata bisa di film ini. Chemistry diantara mereka pun berdua kuat di film ini, layaknya sepasang kekasih yang memang sedang menjalani sebuah hubungan. Aktor dan aktris lainnya yang terlibat pun oke - oke di film ini, ada Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, dan Willem Dafoe. Sebuah film yang memang dari segala aspek terasa pas. Film ini juga memiliki soundtrack dengan pilihan musisi dan lagu yang oke oke, seperti : All Of The Stars dari Ed Sheeran, Let Me In dari Grouplove, dan yang paling saya suka Not About Angels dari Birdy. Lagu yang dinyanyikan Birdy itu sangat cocok dengan salah satu scene yang ada. Jangan lupa untuk membawa tissue ketika ingin menonton film ini ya! Saya takut rasa sedih menyaksikan Gus dan Hazel tidak bisa ditampung lagi.

  
Cast  : Shailene Woodley, Ansel Elgort, Willem Dafoe
Director : Josh Boone
Writer :
Scott Neustadter, Michael H. Weber
Production Companies : 20th Century Fox | Temple Hill Entertainment

Rating :
4/5

Movie Still :













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...