Langsung ke konten utama

Review : The Rise Of The Planet Of The Apes (2011), Captain America : The First Avenger (2011)


The Rise Of The Planet Of The Apes (2011)

Pada awalnya saya tidak memiliki niat untuk menyaksikan film ini, namun karena review yang begitu positif dari beberapa movie reviewer di luar negeri dan beberapa teman saya, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melihat film yang dibintangi oleh James Franco dan Freida Pinto ini. Film ini merupakan Reboot dari film Planet Of The Apes series.

Diceritakan ada beberapa Apes yang diambil dari Congo dan di bawa ke San Francisco untuk dijadikan bahan percobaan. Namun ternyata percobaan mengalami kegagalan. Dan ada satu Apes betina yang pada saat itu melahirkan seorang anak, induknya telah meninggalkannya. Akhirnya Dr. Will Rodman yang diperankan oleh James Franco, memutuskan untuk merawat dan membawa bayi Apes itu ke rumahnya. Dengan penuh kasih sayang Will merawat bayi Apes itu, yang akhirnya diberi nama Caesar.

Secara keseluruhan filmnya menurut saya sangat bagus, mulai dari segi cerita hingga segi visual efeknya. Akting James Franco di film ini terlihat biasa saja dan tidak begitu se-wow di film 127 Hours. Untungnya Freida Pinto yang terakhir bermain di film Miral, bisa berakting dengan baik. Tapi tetap saja yang harus diacungi jempol adalah akting dari Mr. Andy Serkis, yang berperan sebagai Caesar. Dengan sempurna, ia bisa memainkan karakter Caesar yang merupakan seorang Simpanse / Apes. Jadi  bagi anda yang memiliki niat untuk menonton film ini, segeralah menontonnya.

Rating : 4/5



Captain America : The First Avenger (2011)

Jujur saya tidak pernah mengikuti film - film superhero yang di-release oleh pihak Marvel Studios, jadi sepertinya ini ada film superhero marvel pertama yang saya saksikan.Captain America diperankan oleh Chris Evans yang sebelumnya terkenal sebagai Human Torch di The Fantastic Four. Selain Evans film ini juga dibintangi juga oleh Hayley Atwell, Tommy Lee Jones, Hugo Weaving dan Stanley Tucci.

Di film pertama ini diceritakan bagaimana seorang Steven Rogers yang awalnya tidak bisa ikut latihan militer, akhirnya dapat ikut latihan militer asalkan ia mau mengikuti percobaan yang dilakukan oleh Dr. Abraham Erskine. Rogers yang awalnya badannya kurus, tiba - tiba berubah menjadi atletis dan berbentuk. Ia dijadikan sebagai ikon mainan Captain America. Dan ketika dalam membantu para temannya pun ia menggunakan karakter tersebut. Ada beberapa perubahan yang terjadi padanya, larinya menjadi sangat cepat dan ia memiliki kemampuan untuk melompat dari satu tempat ke tempat lain yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Bisa dibilang Captain America adalah sebuah film yang menarik, awalnya film ini berjalan sangat baik namun menjelang tengah hingga akhir, film ini terasa menjenuhkan. Evans berhasil menghilangkan bayang - bayang kita terhadap sosok Human Torch. Tommy Lee Jones di film ini bisa dibilang hanya sebagai pemanis di film ini, namun untuk aktingnya sangat baik. Stanley Tucci tidak bisa memerankan karakter sebagai seorang Dokter menurut saya. Joe Johnston yang sebelumnya pernah menyutradarai Jurassic Park III, membawa film ini dengan baik ke setting tahun 40an atau dibawah tahun 90an. Jadi bisa dibilang inilah film perkenalan kita akan sosok seorang Captain America yang memiliki musuh yang kejam bernama Red Skull. Lumayan lah untuk disaksikan, bukan film yang serius tapi cocok hanya sebagai hiburan.

Rating : 3/5




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih kenal dengan nama Tulus, sudah merilis tiga buah album yang selalu laku di pasaran : Tulus (Self Titled), Gajah dan yang terakhir Monokrom. Di album Monokrom, Tulus menyanyikan satu buah lagu yang berjudul Manusia Kuat. Manusia Kuat merupakan salah satu lagu yang menghentak, memberi inspirasi dan semangat kepada setiap orang bahwa kitalah manusia kuat. Bisa dibilang kalau lagu ini adalah salah satu lagu favorit gue selain Pamit, Langit Abu-Abu, dan Lekas. Gue disini sebenernya gak mau bahas album / lagu-lagu Tulus lebih dalam, Guys. Sebenernya gue mau cerita tentang Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia. Pameran Fotografi ini digelar langsung oleh Tulus bersama Adhitya Himawan. Pameran Manusia Kuat : Potret Manusia Indonesia sudah diselenggarakan pada tanggal 23 Mei - 5 Juni 2017 lalu di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Nah, lewat pameran ini Tulus memperkenalkan beberapa orang Indonesia yang diakui olehnya sebagai manusia kuat. Beberapa orang ya...

Review : Seven Psychopaths (2012)

Fuck the cops! Fuck them! No fucking cops! – Hans . Writer’s block istilah yang digunakan, untuk menunjukan keadaan seorang penulis yang kehabisan ide dalam melanjutkan karya tulisan miliknya. Hal itu yang kini dialami oleh Marty ( Colin Farell ), seorang penulis skrip film yang sedang bingung bagaimana mengembangkan ceritanya.   Billy ( Sam Rockwell ) teman baiknya berniat untuk membantu, untuk menyelesaikan skrip miliknya yang berjudul ; Seven Psychopaths. Konflik dimulai ketika Billy yang dikenal sebagai pencuri anjing, mencuri shih tzu milik seorang psikopat terkenal; Charlie ( Woody Harellson ). Selamatkah nyawa Billy? Bagaimana nasib skrip Marty? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu semua, bisa anda temukan ketika   menyaksikan film ini.

Review : People Like Us (2012)

It means that the outcome doesn't matter. What matters is that you were there for it, whatever IT is, good or bad, kind of like right now. – Sam. Mempunyai seorang saudara kandung tapi dengan orangtua yang berbeda (disalah satu pihak “ayah atau ibu”), mungkin menjadi salah satu hal yang tidak mengenakan.   Apalagi   kita baru mengetahuinya ketika orang tua kita meninggal dunia, pasti hal itu menjadi pukulan yang begitu berat.   Begitu pula yang dirasakan oleh seorang pria muda bernama Sam ( Chris Pine ).   Sam yang kesehariannya bekerja sebagai seorang salesman, harus menghadapi kenyataan ayahnya yang merupakan seorang musisi meninggal dunia. Ditemani Hannah ( Olivia Wilde ) sang kekasih, Sam pulang ke rumah dimana ia dibesarkan. Sayangnya Sam tidak dapat melihat jasad sang ayah. Ternyata ayahnya; Jerry ( Dean Chekvala ), tidak hanya pergi begitu saja, ia meninggalkan sejumlah uang yang harus Sam berikan kepada saudara perempuan yang sama sekali belum ia pern...